Memasuki usia 30-an, saya merasakan ada yang kurang dalam hidup saya. Mungkin itu adalah momen yang banyak dialami orang di sekitar saya. Kebangkitan dari rutinitas sehari-hari, pekerjaan yang terasa monoton, dan keinginan untuk berkembang menjadi lebih baik. Dalam pikiran saya muncul pertanyaan: “Apa lagi yang bisa saya pelajari?” Keputusan ini tidak hanya memicu rasa ingin tahu tetapi juga membuka pintu bagi pengalaman baru yang membawa dampak positif dalam hidup saya.
Refleksi Awal: Menghadapi Rutinitas
Di suatu pagi yang cerah di Jakarta, saat meneguk kopi sambil melihat berita di televisi, tiba-tiba perasaan hampa menyergap diri. Kembali ke meja kerja setelah akhir pekan panjang membuat hati ini gelisah. Saya mulai mempertanyakan arah hidup dan tujuan karier. “Apakah ini semua?” pikir saya. Pekerjaan sebagai penulis konten memang memuaskan, tetapi entah kenapa rasanya seperti kurang menantang.
Di situlah titik balik dimulai. Saat bercengkrama dengan beberapa teman dekat di kafe favorit kami, satu dari mereka berbagi pengalamannya belajar membuat bir sendiri melalui kursus online di oenologycentre. Percakapan tersebut menyentuh sisi kreativitas dalam diri saya dan membangkitkan semangat untuk belajar sesuatu yang baru.
Tantangan dan Rintangan: Memulai Perjalanan Belajar
Tidak semua orang mendukung keputusan itu, setidaknya pada awalnya. Beberapa teman berpendapat bahwa sudah terlambat untuk mempelajari hal baru saat kita sudah beranjak dewasa. “Belajarlah hal-hal penting untuk kariermu,” ungkap salah satu dari mereka dengan nada skeptis. Namun entah kenapa hatiku tetap bersikeras pada keputusan ini.
Dari situasi tersebut lahir tantangan tersendiri—rasa keraguan diri menghangatkan hati setiap kali memikirkan langkah pertama. Namun, didorong oleh ketertarikan terhadap oenologi (ilmu tentang anggur), saya mulai mencari kursus daring yang dapat membantu memahami seluk-beluk dunia anggur serta proses pembuatan bir.
Proses Belajar: Menciptakan Disiplin dan Konsistensi
Saat memutuskan untuk mengambil kursus oenologi secara online, sangat penting bagi saya untuk memiliki kedisiplinan tinggi agar mampu mengikuti seluruh modul pembelajaran dengan baik. Setiap sore setelah bekerja—meski lelah setelah seharian mengetik—saya akan duduk dengan laptop dan menyimak materi ajar sambil mencicipi berbagai jenis anggur dari koleksi kecil yang sengaja dibeli.
Pada minggu kedua belajar online itu, masih segar dalam ingatan saat mengikuti sesi langsung dengan instruktur berpengalaman melalui video call; senyum penuh semangatnya membuat setiap informasi terserap mudah ke dalam benak saya. Saya mencatat semua detail penting tentang fermentasi hingga proses penyimpanan anggur serta tips-tips memilih botol anggur berkualitas terbaik.
Kemajuan dan Pembelajaran: Hasil Dari Usaha Yang Konsisten
Akhirnya datang juga hasil dari perjalanan belajar ini; bukan hanya pengetahuan teknis tapi juga momen-momen berarti lainnya–seperti ketika berhasil meracik racikan bir pertama kali bersama teman-teman sekaligus menjelaskan proses pembuatannya kepada mereka! Rasanya sungguh memuaskan melihat wajah mereka penuh kekaguman sekaligus keheranan saat mengenal dunia baru ini bersama-sama.
Dari pengalaman belajar skill baru tersebut, ada banyak insight berharga yang dapat diambil: Pertama adalah nilai kebangkitan kreativitas di usia dewasa—jika tidak sekarang kapan lagi? Kedua adalah pentingnya menjalani proses meskipun menghadapi keraguan atau kritik; setiap langkah kecil menuju pencapaian besar harus dihargai dan dirayakan!
Mengambil keputusan untuk belajar skill baru tidak hanya memberikan kebahagiaan personal tetapi juga memperkaya jiwa serta memberi warna pada kehidupan sehari-hari–hal-hal sederhana namun berdampak signifikan ketika kita mau mengeksplorasi diri lebih jauh lagi.